Tuesday , December 12 2017
Home > Gaya hidup > ZAKAT PERLU DI CONTOH, BUKAN HANYA UNTUK BERSOSIALISASI
ZAKAT PERLU DI CONTOH, BUKAN HANYA UNTUK BERSOSIALISASI
ZAKAT PERLU DI CONTOH, BUKAN HANYA UNTUK BERSOSIALISASI

ZAKAT PERLU DI CONTOH, BUKAN HANYA UNTUK BERSOSIALISASI

Kampanye pembayaran zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus dicontohkan oleh pejabat negara.

Seperti halnya Ketua MPR, Zulkifli Hasan yang menyerahkan zakat propertinya melalui Baznas di satu mal di Jakarta Selatan, Senin (29/5).

Zulkifli pergi ke Kemah Suci Zakat di mal tersebut untuk menyerahkan zakatnya kepada Ketua Baznas, Bambang Sudibyo.

Zulkifli menyampaikan bahwa menurut janji Tuhan, dengan berbagi, harta benda tidak berkurang tapi justru meningkat.

“Berbagi tidak akan mengurangi tapi menambahkan harta. Jadi, semoga dengan membayar zakat kita memiliki lebih banyak berkah,” kata Zulkifli setelah menyerahkan zakat harta bendanya.

Ketua Baznas, Bambang Sudibyo mengatakan, apa yang harus dihargai Zulkifli karena patut dicontoh kaum muslim di Indonesia. Dengan zakat melalui Baznas, Zulkifli mencontohkan pentingnya pemurnian harta melalui pengelolaan zakat resmi.

“Zakat merupakan agenda prioritas yang tidak hanya penting bagi diri kita tapi juga bermanfaat bagi orang lain yang membutuhkan,” kata Bambang.

Bambang berharap agar semakin banyak pejabat negara akan membayar zakatnya melalui Baznas di bulan Ramadhan tahun ini. Rencananya, Baznas akan membuka layanan pembayaran zakat di Istana Negara dengan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Sebelumnya, dalam upaya sosialisasi, Baznas juga berusaha mendorong pendeta salat Jumat untuk menguliahi zakat dengan menerbitkan buku pemberitaan tematik tentang zakat.

“Zakat sebagai salah satu pilar Islam yang masih terpinggirkan,” kata Ketua Baznas, Bambang Sudibyo di Jakarta, Jumat (26/5).

Buku ini diharapkan bisa memperkaya literatur dai dan pendeta, sehingga bisa memberitakan zakat dengan benar. Buku ini juga penting untuk menyebarkan zakat sebagai pilar-pilar Islam yang memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi masyarakat. Dan undang orang ke zakat melalui lembaga zakat resmi yang telah disahkan oleh pemerintah.

“Zakat membutuhkan ijtihad atau pemikiran terus-menerus untuk mengikuti perkembangan zaman, baik dalam aspek pengelolaan, objek zakat, maupun mekanisme pendistribusian,” kata Direktur Koordinasi Distribusi, Utilitas, Renbang dan Baznas Baznas, Nasir. Tajang.

Atas dasar itu, sangat penting dan bahkan wajib bagi Baznas untuk menyiapkan referensi literatur. Baik untuk para da’i, aktivis zakat, maupun masyarakat Islam pada umumnya, terkait dengan pengembangan pengelolaan zakat.

“Kami melihat bahwa buku berkhotbah yang ada minim dalam membahas masalah zakat. Masih terbatas pada studi yurisprudensi klasik,” jelasnya.

Check Also

NOVANTO TUNJUK AZIZ SEBAGAI GANTI DIRINYA SAAT MENGUNDURKAN DIRI

NOVANTO TUNJUK AZIZ SEBAGAI GANTI DIRINYA SAAT MENGUNDURKAN DIRI

Tertanggal 4 November lalu setya Novanto sudah mengirimkan surat pengundurun dirinya sebagai ketua DPR menurut …