Business

Bus Listrik Jakarta Menghadapi Rintangan Regulasi

Bus Listrik Jakarta Menghadapi Rintangan RegulasiBus Listrik Jakarta Menghadapi Rintangan Regulasi

Bus Listrik Jakarta Menghadapi Rintangan Regulasi – Sebuah rencana untuk mengoperasikan bus listrik di ibukota, yang dipuji oleh banyak orang sebagai cara untuk mengurangi polusi, menghadapi rintangan hukum. Bus listrik Transjakarta tidak dapat turun ke jalan karena mereka belum mendapatkan sertifikat pendaftaran kendaraan (STNK).

Pejabat Kementerian Perhubungan yang bertanggung jawab atas tes untuk mendapatkan STNK, Dewanto Purnacandra, mengatakan bahwa kementerian belum memperoleh perangkat yang diperlukan untuk menguji baterai bus listrik.

Namun, kementerian tersebut masih dapat menguji komponen-komponen bus lainnya, seperti rem dan lampu. Dewanto menambahkan bahwa kementerian masih bisa mengeluarkan sertifikat uji jenis kendaraan berdasarkan laporan uji dari produsen bus yang dilakukan di luar negeri.

Bus Listrik Jakarta Menghadapi Rintangan Regulasi – Merupakan tanggung jawab produsen bus untuk mendapatkan sertifikat. Sebagai operator bus, Transjakarta hanya perlu menunggu mereka menyelesaikan sertifikasi. “Bus-bus dari PT Mobil Anak Bangsa (MAB) sedang menjalani sertifikasi, sedangkan bus-bus dari BYD Automobile masih perlu diuji ulang,” kata Dewanto.

MAB dan pembuat mobil listrik Cina BYD Automobile adalah di antara produsen bus listrik yang menandatangani nota kesepahaman dengan Transjakarta pada bulan Maret untuk memproduksi bus listrik untuk operator.

Sejauh ini, Transjakarta telah menyiapkan dua stasiun pengisian untuk bus listrik masa depan. Direktur Utama Transjakarta Agung Wicaksono mengatakan dalam sebuah diskusi pada 23 Juni bahwa pemerintah kota hanya memiliki peraturan tentang uji coba gratis untuk bus listrik.

Uji coba dilakukan awal bulan ini dengan tiga bus listrik, menerima sambutan hangat dari para penumpang. Bus-bus itu dikerahkan di dekat tiga tempat wisata, yaitu Monumen Nasional (Monas) di Jakarta Pusat, taman budaya Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta Timur, dan taman rekreasi Ancol Dreamland di Jakarta Utara.

Baca Juga : KTT G20 RESMI DIBUKA DI OSAKA JEPANGBus Listrik Jakarta Menghadapi Rintangan Regulasi

Agung mengatakan operator berencana untuk mengadakan uji coba operasional berbayar untuk bus listrik di Koridor 1 (lingkaran lalu lintas Senayan-Kota) dan Koridor 6 (Ragunan-Kuningan) selama enam bulan.

Akhirnya, semua 140 bus yang melayani dua koridor akan digantikan oleh bus listrik. Agung juga mengatakan peraturan presiden bisa memberikan kejelasan bagi Transjakarta. Usulan peraturan presiden tentang kendaraan listrik (EV) telah dibahas sejak 2017. Namun, rancangan tersebut masih ditinjau oleh Sekretariat Negara.

Pakar kebijakan publik, Agus Pambagio, mengatakan bahwa rancangan peraturan EV tidak menyebut kendaraan listrik sebagai moda transportasi umum dan kurangnya insentif untuk EV. Karena itu, peraturan tersebut telah melalui beberapa revisi.

“Peraturan presiden sedang dalam perjalanan,” katanya, “namun jika terlalu lama menunggu, kita harus mendorong peraturan menteri transportasi sebagai gantinya.”

Peraturan ini diharapkan berfungsi sebagai payung hukum bagi produsen dan pengguna EV serta memberikan insentif bagi pembeli EV. Salah satu insentif akan menjadi pajak barang mewah yang lebih rendah karena akan didasarkan pada emisi karbon daripada kapasitas mesin.

Agus menyarankan agar Jakarta mengikuti inisiatif EV Norwegia, yang membuat bus bebas pajak dalam 10 tahun pertama operasi mereka.

Leave a Reply