News

PAKET “KASIH SAYANG” UNTUK IBU MERTUA, JIKA MEMENANGKAN SIDANG GUGATAN 1,8 M

Sebuah nasehat Majelis Hakim, Endratno Rajamai, kala memimpin sidang di Pengadilan Negeri garut, Kamis (30/3), ditujukan kepada sang anak yang telah menggugat ibu kandungnya sendiri sebesar 1,8 M.

“Harta masih bisa kita cari, namun orang tua jika sudah murka mau bagaimana, kita lahir dari siapa… “

Untuk kasus sidang gugatan soal utang piutang bukan hanya sekali ini hakim Endratno menjadi pemimpin dalam persidangkan, perkara dengan jumlah gugatan bermiliaran rupiah pun sudah banyak ia tanganin dan bukan persoalan yang asing lagi. Namun berbeda dengan kasus yang satu ini sangat tidak biasa, pasalnya Handoyo Adianto dan istrinya Yani Suryani yang tega menggugat ibu kandungnya Siti Rokayah Rp 1,8 miliar.

Kasus tak lazim ini pun kian menjadi viral dan mengundang banyak perhatian nasional. Hakim telah menyarankan agar Handoyo mencabut gugatan kepada mertuanya dan di selelsaikan secara kekeluargaan.

Ia juga menyampaikan persoalan kasus yang lebih besar dan rumit saja dapat di selesaikan dengan musyawarah. Apalagi dalam kasus ini semua pihak yang terlibat masih memiliki hubungan darah.

Namun tampaknya Handoyo tak menghiraukan nasihat Hakim dan bersikeras untuk melanjutkan gugatannya. Pria yang berdomisili di Jakarta ini pun mengaku tidak pernah memiliki masalah dengan ibu mertuanya, ia hanya menginginkan kasus hutang piutang ini di selesaikan secara hukum.

Bukan hanya itu, Handoyo juga mengaku telah menyiapkan paket “kasih sayang” jika ia memenangkan persidangan tersebut.

“Jika menang sebagian akan di berikan kepada Amih (Siti Rokayah), paket kasih sayang mengajak Amih pergi haji keluar negeri bersama istri saya, anak kandung sendiri”. Kata Handoyo saat menghadiri sidang lanjutan Pengadilan Negeri Kabupaten Garut, Kamis (30/3).

Selain pakek kasih sayang, Handoyo juga mengatakan akan melakukan trauma healing kepada ibu mertuanya setelah menjalani proses hukum,”Nanti ada trauma healing,” kata Handoyo.

Dari keluarga Siti Rokayah awalnya sudah berniat untuk menyelesaikan hutang piutang dan menawarkan Rp 120 juta untuk pelunasan sisa hutang pada tahun 2001 lalu. Namun Handoyo menolak dan tetap melanjutkan kasus ini kepengadilan.

Kasus yang juga melibatkan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, mengaku merasa terpanggil setelah melihat permaslahan ini. Dedi juga siap membantu untuk menjadi kuasa hukum wanita berusia 83 tahun itu.

Dedi akan berusaha mengajak untuk menyelesaikan dengan jalur silahturahmi dan kekeluargaan. Tapi jika Handoyo tetap molak dan bersikeras menggunakan jalur hukum, maka Dedi pun tak segan untuk membuat tuntutan balik.

“Jika nantinya penggugat tetap ingin melanjutkan ke jalur hukum, maka tidak ada salahnya kita lakukan gugatan balik dengan kasus pemerasan. Karena masalah ini terbilang tidak logis jika hutang kepada anaknya hanya Rp 20 juta dan harus membayar 1,8 miliar. Meski berdalih dengan perhitungan emas, itu bisa dituntut sebagai pemerasan. Tapi jika harus membayar sesuai dengan hutangnya, itu sudah saya siapkan”, jelas Dedi.

Leave a Reply